Homewelcome to....Mar 5, 2007
Ikatan Remaja Muhammadiyah yang merupakan gerakan yang berbasis pelajar dan remaja memiliki tanggungjawab untuk membentuk, menyemai dan memupuk minat membaca di kalangan remaja dan pelajar Muhammadiyah. Hal ini diwujudkan dalam satu gerakan yang sistematis yaitu gerakan Iqro’.

Gerakan Iqro’ jelas dilandasi oleh spirit al-Quran dan hadits yang jelas tersurat dalam Q.S Al Alaq, al-Qalam, dan masih banyak lagi. Membaca telah ditegaskan sebagai kewajiban untuk menyempurnakan kewajiban lainnya. Membaca sebagai media untuk beramal secara cerdas dan shahih. Quraish Shihab dalam tafsirnya al Misbah mengartikan Iqro’ tidak hanya membaca teks atau membaca alfavabet akan tetapi meliputi kegiatan memahami, membaca secara mendalam, dan juga meneliti (riset) untuk memahami suatu persoalan dan menemukan jawabannya.

Kedepan peranan pelajar diharapkan memperkuat peranan yang meliputi pertama, mampu mengantisipasi pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberi tamparan hebat kepada perilaku sosial masyarakat yang cenderung menganut budaya instan dan pop hedonis sehingga diperlukan upaya counter kebudayaan dan salah satunya yang penting untuk itu adalah membudayakan membaca atau memasyarakan membaca dan membacakan masyarakat. Kedua, pelajar sebagai pelopor membangun gerakan budaya gemar membaca di sekolah dan masyarakat. Pelajar membangun identitas sebagai peminat bacaan untuk menjawab persoalan serius betapa rendahnya minat baca pelajar Indonesia (hanya membaca buku pelajaran).

Dari penelitian yang pernah dilakukan Taufiq Ismail (2003) misalnya kita bisa merenungkan betapa minimnya minat dan tradisi membaca di Indonesia yang hanya 0 judul dan apabila kita tengok minat baca SMA di beberapa negara yang mewajibkan bacaan yaitu di SMA Thailand Selatan 5 judul, Malaysia 6 judul, Singapura 6 judul, Brunei Darussalam 7 judul, Rusia 12 judul, Kanada 13 judul, Jepang 15 judul, Swiss 15 judul, Jerman Barat 22 judul, Perancis 30 judul, Belanda 30 judul, Amerika Serikat 32 judul.

Maka tidak mengherankan pada tahun 2006, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan masyarakat Indonesia belum menempatkan membaca sebagai sumber utama mendapatkan informasi. Penduduk Indonesia lebih memilih menonton TV (85,9 persen) dan mendengarkan radio (40,3 persen) daripada membaca suratkabar (23,5 persen).(Pikiran Rakyat, 25 April 2007).

Rendahnya budaya baca dan tulis juga dapat dilihat dari produksi buku di Indonesia yang masih sangat rendah. Setiap tahun Indonesia yang berpenduduk ebih dari 220 juta jiwa hanya memproduksi 10.000 judul buku dengan jumlah setiap judul mencapai 3.000 eksemplar atau tiga juta eksemplar per tahun itupun 55 persen adalah buku terjemahan. Sebagai perbandingan Malaysia yang berpenduduk 26 juta jiwa tiap tahun menghasilkan jumlah buku baru yang sama.

Sebagian bangsa kita terbiasa dengan budaya lisan dan tutur. Hal ini berarti menunjukkan daya serap informasi yang sangat terbatas karena kekuatan orang bicara dan mendengar jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan potensi menyerap pengetahuan melalui aktivitas membaca. Oleh karena itu, bangsa yang maju lebih berorientasi pada budaya tulis dibandingkan dengan budaya tutur dan lisan.

Gerakan Iqra' di lingkungan IRM sudah berusia hampir 6 tahun usianya, sebagai refleksi, gerakan ini belum berjalan dengan optimal. Banyak kendala dan hambatan ditemukan, di antaranya adalah lemahnya kesadaran kader secara personal dan budaya membaca masih sangat rendah. Selain itu, dalam konteks yang lebih luas adalah paradigma masyarakat dan pemerintah yang belum menempatkan aktivitas membaca sebagai kegiatan pokok dalam pendidikan dan penagajaran. Orientasi hasil dan bukan proses menjadi ciri khas pendidikan di Indonesia. Ketidakseriusan ini bisa dilihat dari sedikitnya jumlah perpstakaan yang memadai yaitu 95% dari jumlah sekolah dasar yang jumlahnya mencapai 200.000 unit belum mempunyai perpustakaan. Progammer for Internastionale Student Assesment (PISA) tahun 2003, yang meneliti 40 negara menempatkan Indonesia paling rendah dalam kemampuan membaca (Republika, 9 Nopember 2007).

Di tengah pergulatan globalisasi dan modernitas, pilihan Gerakan Iqra' dalam tubuh IRM/IPM menjadi sangat signifikan dan relevan. Sudah seharusnya gerakan membangun budaya membaca tidak hanya dirumuskan hanya menjadi harapan, karena keberhasilan bukan untuk orang yang hanya berharap, akan tetapi sejauh mana diusahakan dan diperjuangkan dengan penuh kesungguhan, keuletan, dan ikhtiar sekuat tenaga.
.
Photo AlbumSatu Gambar menceritakan banyak Kisah. perhatikan gambar narsis dibawah ini yachMar 4, 2008

Photo Album Narsis
3 Photos, 1 comment

Menatap Mentari
6 Photos, 4 comments

Wisuda Kehidupan sebuah.....pengharapan
5 Photos

HIbah Buku Nasional
5 Photos, 1 comment

   View All
.
Blog EntryBlog ini didesain untuk menjadi jendela baca bagi anak muda yang pingin maju, anak muda yang cerdas. karena membaca adalah selain tugas pribadi adalah tugas masa depan. aku membaca maka aku ada!Mar 4, 2008
Dasar Pemikiran Ikatan Remaja Muhammadiyah yang merupakan gerakan yang berbasis pelajar dan remaja memiliki tanggungjawab untuk membentuk, menyemai dan memupuk minat membaca di kalangan remaja dan pelajar Muhammadiyah dan... more
Previous blog entries:
Mar 4-TV Edukasi dan Trans Jogja
Dec 18-Belajar dari Sistem Pendidikan Finlandia
Dec 18-Aku dan Desaku
   View All
.
Videosebuah film dokumenter yang menceritakan perjalanan sahabatbaca dari sebuah titik yang akan menjadi serentetan peristiwa....dan kenanganMar 5, 2007
.
Messageini space buku tamu silakan mengisi disini, silakan berkomentar. gratis tidak dipungut biaya lhooooo
   
godhongkates wrote on Jun 18




sevieta wrote on Mar 31
TOT Pendamping Jurnalistik Lokakarya Panduan KIR

Jogja-IRM. Perjuangan tiada henti senantiasa diilhami oleh spirit keberpihakan kepada nilai-nilai kebenaran dan ideologi keberanian. Kembali berkiprah, Pimpinan Pusat menyelenggarakan Training of Trainer Pendamping Media Sekolah Tingkat Nasional dan Lokakarya Panduan Jurnalistik KIR dengan tema “Membangkitkan Pers Sekolah untuk Pencerdasan Pelajar Indonesia”. Kegiatan ini akan diselenggarakan pada pada hari kamis-Ahad, 24-27 April 2008 bertempat di Pusbang Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah Yogyakarta.
Pelatihan ini bertujuan untuk: Memberikan apresiasi jurnalistik bagi pimpinan IRM/Pendamping jurnalistik dan produksi media sekolah, Memberi pengalaman kongkret proses kerja dalam memproduksi majalah sekolah dan proses pendampingannya. Membangun budaya melek media di kalangan pelajar dan remaja, Menciptakan penggerak jurnalistik di sekolah dan komunitas, Menyediakan trainer yang siap mengadakan pelatihan jurnalistik di tingkat propinsi (wilayah) dan Kabupaten (daerah), Mensukseskan gerakan Membaca bagi pelajar Indonesia demi terwujudnya pelajar yang cerdas dan kritis
Secara struktural, setelah pelatihan di tingkat nasional maka peserta akan mengadakan TOT di tingkat propinsi dan dilanjutkan sampai pada tingkat kabupaten dan melakukan pendampingan produksi media sekolah kepada pelajar pada umumnya.
Di sela-sela pelatihan tersebut juga akan diadaklan talkshow untuk pelajar dan guru yaitu dengan menghadirkan Taufiq Ismail, Sastrawan dan juga Mas Hernowo (penulis, dan Motivator) serta beberapa penulis berbakat hal ini akan menjadi pemicu kreativitas peserta pelatihan juga peserta pada umumnya. Kehadiran peserta dari seluruh Indonesia sangat menentukan kesuksesan acara ini. (dvd)

david
mogaallohsayangqita wrote on Mar 13
Assalamualaikum.....
boleh lho mapir ke site ku.......
sibin2007 wrote on Mar 12
Yuk kita bangun generasi qur'ani...
The Next Generation » Generasi-ku » Generasi 1 » Generasi Qur'ani
 Yess!
http://sibin2007.multiply.com/tag/al-qur'an

http://myquran.org/forum/index.php/topic,1490.0.html
ahmadmove wrote on Jan 25, edited on Jan 25
ass, Kang
saya salut dengan komitmen anda dgn IQro, barakallah,,
saya juga punya mimpi untuk mendirikan pustaka gratis bagi
anak2 tidak mampu dan daerah susah transportasi.
bisa dong bagi2 ilmunya,
karena dengan buku, entah itu anak/orang miskin atau kaya seseorang bisa mendapatkan mimpi dan cita2 yang diinginkan. Dan bisa menjadikan sebuah rangkaian chemist yg bisa membangkitkannya menjadi sebuah kenyataan,
yah, mimpi itu memang maha dahsyat,

salam kenal

ahmad
[lorvaimin@yahoo.com]
PM Sanden
putrabatubara wrote on Jan 11
kita memang harus dekat dengan media massa dan kalau bisa promosi di media massa melalui laporan kegiatan kita di semua lini. TAPI yang perlu didingat, kader irm atau ipm nanti haruslah menulis dulu di beberapa media lokal dan nasional, saya salut liat ketua pip pp irm ini, dia gak hanya menkampanyekan budaya membaca dan menulis saja, tapi juga ikut merealisasikannya dalam bentuk menulis di beberapa media massa lokal dan nasional.
Mulailah dari yang gampang, gampang dulu, resensi dll kemudian baru dilanjutkan dengan wacana/ opini mungkin juga analisis dan sebagainya.
Kita butuh media untuk promosi, tapi kita bukanlah hanya sekedar Event Organizer (EO) yang memang berkepentingan semua kegiatnnya di publish di media massa selain untuk menarik sponsor fungsi itu juga untuk menarik pengunjung ke depan. Tapi, sesekali gak apalah, yang perlu ditekankan ke kader yakni membaca dan menulis apa yang dibacanya dalam bentuk apa saja, kemudian didiskusikan apa yang sudah dibacanya baik dalam media on line seperti multiply ini atau apalah yang kira2 orang lain bisa memberi komentar.
bangrio wrote on Jan 3
Asslm bos...
apa kabar
sudah saatnya kita tampil ke media. saya rasa gerakan membaca yg kita gulirkan dan budayakan merupakan sebuah bentuk dari gerakan soleh pribadi.sudah saatnya apa yang kita baca harus dirasakan oleh orang lain.sudah saatnya kita gerakkan soleh sosial kita.saatnya ank IRM tampil ke media-media untuk menyurakan gerakan kita demi tercapainya tujuan IRM. HIDUP PELAJAR KRITIS
putrabatubara wrote on Jan 2
Synopsis film
Ayat Ayat Cinta

Ayat Ayat Cinta is a beautifully portrayed Islamic love story – a tale of a virtuous Muslim protagonist who overcomes all obstacles of life maintaining pure ideals.

Fahri bin Abdillah is a poor, intelligent student who wins a scholarship to complete his graduate degree at Egypt's esteemed Al Azhar University. Very disciplined and dedicated by nature, Fahri embraces his life in Cairo, completing his studies and translation of religious books with full enthusiasm, exactly according to pre-determined targets.

Only one goal is left unattempted: the pursuit of marriage.

For Fahri is innocent and pure, and doesn't believe in the concept of relationships prior to marriage. He is inarticulate and shy around women. All his life, only two women have been close to him – his mother and grandmother.

Life changes drastically in Egypt for he suddenly finds himself surrounded by four beautiful, distinctly different women.

Maria Girgis, a shy, open-minded Coptic-Christian neighbor who is attracted to the teachings of the Holy Al Quran, finds herself falling in love with Fahri (a fact she only reveals to her diary).

Nurul, a student at Al Azhar like Fahri, is the Muslim daughter of a renowned Indonesian cleric. Fahri feels unworthy of her and thus ignores his feelings for her, leaving her confused and guessing.

Noura, an abused Egyptian neighbor, develops strong romantic feelings for Fahri, who in turn simply sympathizes with her situation. His romantic rejection destroys her and eventually leads to a false accusation of rape.

Aisha, a German Turkish student in Cairo haunts Fahri with her beautiful eyes. Following an incident on the metro where Fahri defends her against narrow minded bigoted Muslims, both immediately develop feelings for each other.

As the story unravels, the protagonist makes the audience face the daunting decisions he himself faces, and forces us to marvel at his undying loyalty to the true ideals of Islam as he ultimately makes the choice of a lifetime.
putrabatubara wrote on Jan 2
Ayo realisasikan gerakan iqro' mulai sekarang juga, kampanye boleh-boleh saja dan memang seharusnya. Dimulai dari pimpinan dulu memberikan contoh pasti teman2 diseluruh indonesia bengga jika ada salah satu ketua pp irm yang tulisannya keluar di salah satu media nasional.
madrosah wrote on Dec 29, '07
salam..
keep ikhlas n komitmen
sahabatiqro wrote on Dec 27, '07
assalamualaikum
gimana kabarnya mas David ? kami terkesan sekali ketika temen-temen se indonesia menyuarakan dan mentradisikan gerakan iqro ! kami dari PIP PD IRM Ponorogo juga akan selalu mengibarkan panji2 kebesaran IRM ! semoga jargon manusia pembelajar sejati tetap ada didada kita semua ! amien ....
newtotelo wrote on Dec 18, '07
aswr wb

salam, semoga abng ical baik selalu dan selalu produktif menulis hal-hal yang inspiratif. ah saya senang kalau laskar pelangi itu difilmkan wow...luar biasa.

bang, soal perpiustakaan itu saya bener2-punya keinginan yang kuat untuk mewujudkan beberapa perpustakaan komunitas di luar jawa. saya sebagai ketua Pimpinan pusat Ikatan Remaja Muhammadiyah akan berupaya sekuatnya untuk memberikan bacaan yang memadai bagi anak-anak pelajar di tanah air (yang kurang mendapat akses).

saya sudah coba sosialisasi program ini dan mendapat banyak sambutan dari donatur(calon donatur), tapi ada kebimbangan, khawatir kalau bang ical tidak punya wakyu untuk mengurus hal ini. semoga sempat yach..

sementara demikian saja bang. lain waktu saya sambung lagi. satu lagi, maryam karpov memang membuat penasaran banyak manusia he..heeee. moga bisa ketemu di UGM bang yach.

dari David efendi

ttd

"the fellowship of laskar pelangi"
081578141916
sahabatbaca wrote on Dec 18, '07
thans for your coments
make sure your dream!!
fauzian wrote on Jun 27, '07
assalamualaikum
Piye kabare Bos kecil ini ,,,
sekarang wis sukses..
kapan syukuran le rampung skripsi
.
EventJADWALDec 18, 2007
Start:     Dec 18, '07 6:00p
End:     Dec 31, '07
jam 03.00 sd 05.00 Membaca Al quran, b.english
jam 06.00 sd 07.00 Membaca Koran, Majalah
jam 08.00 sd 14.00 Membaca, belajar di Kantor, sekolah, kampus, jalan
jam 19.30 sd 00.00 Membaca buku, di internet, di komputer.
berlaku di dunia dan sukses... more
mas's favorite events:
Mar 7-PIP PP IRM program
No upcoming events
   View All
.
ReviewRESENSIDec 18, 2007
ThumbnailRekomendasi dari beberapa orang atas novel ini, awalnya tidak terlalu bikin penasaran. Masalahnya masih banyak utang buku yang belum sempat aku bayar dengan membacanya :( ... Lagipula waktu lagi mengadakan kunjungan rutin ke toko buku dekat rumah,... more
   View All
.
MusicMusicDec 18, 2007
republik mimpi
ayo kita bangun dari mimpi
boleh mimpi asal tercapai....
boleh mimpi asal untuk membangun negeri
Previous playlists:
Mar 6-New Music
   View All
..
.
.
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help